UMK Kota Probolinggo Tahun 2018
UMK Kota Probolinggo Tahun 2018 Kota Probolinggo dikenal memiliki PLTU Paiton yang merupakan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara. Kabupaten Probolinggo memang memiliki potensi di sektor industri yang cukup menjanjikan, walaupun secara geografis memang masih kalah dengan Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan. Beberapa potensi tersebut membuat Kabupaten Probolinggo memiliki nominal UMK yang cukup baik dibanding dengan beberapa kabupaten di Jawa Timur yang masih tergolong sangat rendah.
UMK Kota Probolinggo Tahun 2018 memiliki nominal sebesar Rp 1.437.500 berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim no. 72 Tahun 2017 tentang Penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Walaupun mengalami peningkatan, sebenarnya angka tersebut masih di bawah harapan dan belum diterima oleh para pekerja yang berada di Probolinggo.
Beberapa kabupaten di Jawa Timur yang memiliki UMK lebih rendah daripada Kabupaten Probolinggo meliputi Kediri, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bojonegoro, Bondowoso, Tulungagung, Madiun, Nganjuk, Blitar, Ngawi, dan beberapa lainnya. Secara keseluruhan, UMK terbesar berada di Kota Surabaya dengan nominal Rp 2.710.000, sedangkan UMK terendah berada di Kabupaten Magetan dengan nominal Rp 1.115.000.
Besaran UMK pada seluruh kabupaten di Jawa Timur, tepatnya sekitar 38 kabupaten, telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, pada November 2017 lalu. Seluruh nominal tersebut telah disetujui oleh para buruh maupun pengusaha. Angka tersebut dianggap sebagai angka kompromi yang telah diperjuangkan, setelah beberapa kali para buruh melakukan demo. Pergub mengenai UMK 2018 ini mulai berlaku pada 1 Januari 2018 kemarin.
Angka prediksi inflasi RAPBN sebesar 4,5 persen, sedangkan pertumbuhan eknomi Jawa Timur sebesar 7 persen. Maka besaran angka hingga 11 persen dirasa sudah lebih dari cukup. Pemerintah memang harus ekstra berhati-hari dalam menetapkan UMK Tahun 2018 agar para investor tidak meninggalkan Jatim. Saat ini Jatim memang telah banyak dilirik oleh para investor. Mengingat wilayah ibu kota sudah padat dan sesak. Jatim memiliki potensi yang cukup baik untuk berkembang. Jangan sampai karena kenaikan UMR yang cukup tinggi memengaruhi hal ini.

Komentar
Posting Komentar